Seni Karawitan Indonesia

Posted on Updated on

DSC04460

Beragam seni yang terdapat di Desa Pesanggrahan merupakan nilai tersendiri bagi para warga desa. Salah satu seni yang sampai saat ini masih aktif ialah seni musik. Desa Pesanggrahan memiliki potensi seni musik traditional kontemporer berupa karawitan, yang bernama Sanggar Karawitan Indonesia (SKI). Sanggar yang terletak di Jl. Hasanudin I nomer 7 ini sudah berdiri sejak sekitar empat tahun yang lalu di bawah bimbingan Bapak Bambang, seorang lulusan sarjana kesenian salah satu universitas ternama yang mendedikasikan dirinya menjadi seorang pengajar di bidang seni dan pembuat alat musik traditional. SKI sendiri memiliki sembilan personil utama yang kebanyakan memang berasal dari kalangan muda, mulai dari yang masih berumur belasan tahun hingga anak berumur dibawah 10 tahun pun ikut berkontribusi dalam sanggar ini. Memang sebagian besar dari mereka adalah anak-anak yang mengikuti ektrakurikuler karawitan di sekolahan masing-masing.

SKI sendiri merupakan satu-satunya sanggar karawitan yang berada di Kota Batu, karena musiknya yang unik dan bertempo agak cepat dan lumayan rumit yang merupakan aransemen dari SKI sendiri. Selain itu, anak-anak ini juga bisa memainkan musik-musik dari Surakarta yang temponya cenderung lebih lamban dan halus. Dan bukan hanya itu saja, mereka juga mampu memainkan musik-musik yang bertemakan lagu-lagu islami yang biasanya tampil di Sholawatan.

Perjalanan bermusik mereka dimulai dari sebuah sanggar sederhana yang berada di kediaman bapak Bambang lalu mereka mulai memberanikan diri untuk tampil di depan umum pertama kalinya di alun-alun Kota Batu hampir setiap malam minggu. Dari situlah orang-orang mulai mengenal musik mereka dan eksistensi mereka yang bisa dikatakan sangat berpotensi. Mereka mulai mendapat undangan untuk mengisi acara di beberapa acara yang diselenggarakan oleh Pemkot. Dan sampai saat ini mereka telah dikontrak oleh pihak Jatim Park dan Eco Green Park biasanya untuk mengiring para pengunjung pada saat memasuki wilayah wisata tersebut dan juga pada saat meninggalkannya.

Keunikan lain dari sanggar karawitan ini adalah para pemain mampu memainkan alat-alat musik tradisional dengan keadaan mata ditutup dengan kain, dan biasanya mereka memainkan musik kontemporer selama kurang lebih satu jam dalam sekali tampil. Untuk dapat memainkan alat musik traditional dalam keadaan mata tertutup, mereka hanya memerlukan waktu latihan kurang lebih satu bulan. Tidak dibutuhkan waktu yang lama karena mereka sudah terbiasa memainkan alat-alat musik tersebut sambil menikmatinya. Menurut Bapak Bambang sendiri, sejauh ini belum ada kendala yang terlalu mengganggu kelangsungan dan keberadaan mereka di masyarakat, justru masyarakat antusias dengan musik mereka yang unik.

Seni Karawitan Indonesia ini biasanya mengadakan pertunjukkan yang diselenggarakan di alun-alun kota Batu pada hari Sabtu malam. Pertunjukkan yang dibimbing oleh Pak Bambang ini bertujuan untuk amal, karena hasil dari pertunjukkan tersebut digunakan untuk menyumbang pada kaum dhuafa.

 

 

2 thoughts on “Seni Karawitan Indonesia

    dimdimas21 said:
    25 December 2015 at 20:31

    Min.. Sanggar karawitan gak cuman 1-_-

    Admin Desa responded:
    29 December 2015 at 10:27

    sila kirim artikel ke nuggun@gmail.com untuk bisa dimuat di website desa kita …

    rahayu …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s